Pakar Nilai RI Tak Perlu Kecil Hati AS Keluar Dari WHO

CeritaKawan.Com – Pakar kesehatan dan hubungan internasional menilai Indonesia tidak perlu kecil hati atas keputusan Amerika Serikat keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut mereka, langkah AS tidak memengaruhi strategi Indonesia dalam memperkuat sistem kesehatan dan kerja sama global.

Pakar politik internasional, Dr. Rina Susanti, mengatakan bahwa meski AS merupakan donor besar WHO, banyak negara lain tetap aktif mendukung organisasi ini.

“Indonesia bisa tetap fokus pada kolaborasi regional dan global, seperti ASEAN dan WHO, untuk meningkatkan kapasitas kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, pakar kesehatan masyarakat menekankan pentingnya kemandirian nasional. Program vaksin, penguatan fasilitas kesehatan, dan mitigasi pandemi harus tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya pada kebijakan negara tertentu.

“Kita bisa belajar dari pengalaman global dan tetap adaptif dalam strategi kesehatan nasional,” kata Dr. Ahmad Fauzi.

Keputusan AS keluar dari WHO anggap sebagian pengamat sebagai langkah politik dalam konteks domestik dan geopolitik. Namun, bagi Indonesia, hal ini membuka peluang memperkuat kerja sama dengan negara lain. Termasuk Uni Eropa, Jepang, dan negara ASEAN, untuk memastikan kontinuitas program kesehatan global dan domestik.

Selain itu, pakar menilai momentum ini dapat mendorong Indonesia lebih aktif berperan di WHO. Baik dalam pengambilan keputusan maupun distribusi bantuan kesehatan, sehingga negara bisa lebih mandiri dan memiliki suara lebih besar di forum internasional.

Dengan fokus pada kemandirian kesehatan dan kerja sama internasional yang lebih luas. Indonesia tetap mampu menjalankan strategi mitigasi pandemi dan penguatan sistem kesehatan. Meski salah satu donor besar, yaitu AS, mengambil langkah keluar dari WHO.