Museum Louvre Mogok Ratusan Turis Mengantre Berjam-jam
CeritaKawan.com – Ratusan turis yang datang ke Museum Louvre di Paris kecewakan setelah mengalami antrean panjang akibat aksi mogok kerja pegawai. Kejadian ini terjadi pada pertengahan Desember 2025, ketika pintu masuk museum tertunda buka akibat pemungutan suara lanjutan oleh serikat pekerja yang memprotes kondisi kerja dan manajemen di museum paling banyak kunjungi di dunia.
Mogok Kerja Pegawai Louvre Mengganggu Operasional
Pegawai Louvre, termasuk staf penerimaan dan keamanan, melakukan aksi mogok kerja terkait keluhan kondisi kerja yang memburuk, kurangnya staf, dan kritik terhadap pemberlakuan kenaikan harga tiket untuk wisatawan non‑Uni Eropa. Aksi mogok ini berdampak pada penutupan sementara museum dan penundaan pembukaan bagi pengunjung yang sudah mengantri di luar.
Sejumlah turis yang telah datang sejak pagi hari tampak harus menunggu berjam‑jam di luar pintu Louvre yang tertutup, tanpa kepastian jam buka karena para pekerja sedang melakukan pemungutan suara lanjutan. Bahkan saat museum hanya dapat buka secara parsial, beberapa ruangan tetap tutup karena kekurangan staf.
Suasana Antrean Turis di Cuaca Dingin Paris
Para pengunjung yang datang dari berbagai negara merasa frustrasi sekaligus kecewa. Seorang turis asal Spanyol mengatakan bahwa ia sudah menunggu lebih dari satu jam dalam antrean panjang meskipun cuaca Paris tengah dingin, berharap bisa melihat koleksi ikonik seperti Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.
Sementara beberapa pengunjung merasa kecewa, tak sedikit pula yang menyatakan dukungan terhadap tuntutan pegawai karena memahami bahwa kualitas layanan dan pengalaman kunjungan juga berakar pada kesejahteraan staf.
Latar Belakang Aksi Mogok
Aksi mogok ini terjadi di tengah krisis internal yang tengah mengguncang Louvre. Termasuk sorotan publik setelah perampokan besar senilai sekitar €88 juta (sekitar $102 juta) pada Oktober 2025, yang mengekspos kekurangan keamanan dan infrastruktur museum. Serikat pekerja menyatakan bahwa masalah lama seperti minimnya staf. Fasilitas yang memburuk, serta beban kerja yang berat telah membuat kondisi semakin tidak tertahankan.
Pihak manajemen museum dan Kementerian Kebudayaan Prancis telah menjanjikan beberapa langkah perbaikan. Termasuk pembatalan rencana pemotongan dana dan perekrutan staf baru, namun serikat pekerja menilai ini belum cukup untuk menghentikan mogok.
Dampak pada Wisata dan Pariwisata Paris
Museum Louvre merupakan salah satu destinasi utama wisatawan di Paris, menarik puluhan ribu pengunjung setiap hari. Penundaan operasional akibat mogok kerja dan antrean panjang jelas berdampak pada pengalaman turis dan juga industri pariwisata lokal. Banyak pengunjung yang harus menunda atau bahkan membatalkan rencana kunjungan mereka.
Aksi mogok kerja pegawai Museum Louvre telah menyebabkan penutupan sementara dan antrean panjang di luar pintu museum. Mengakibatkan ratusan turis menunggu berjam‑jam di cuaca dingin. Permasalahan ini mencerminkan tantangan internal yang lebih luas di museum ikonik dunia tersebut, dari kondisi kerja hingga masalah perbaikan fasilitas. Langkah selanjutnya dari serikat pekerja dan manajemen Louvre akan terus menjadi sorotan publik dan wisatawan internasional.
