Momen Langka: Kehidupan Assad di Moskow Setelah Digulingkan
CeritaKawan.com – Lebih dari satu tahun sejak rezimnya runtuh, Bashar al‑Assad mantan Presiden Suriah menjalani fase hidup yang sangat berbeda dari masa kekuasaannya di Damaskus dulu. Setelah gulingkan oleh pasukan oposisi dan meninggalkan Suriah pada Desember 2024, Assad kini tinggal bersama keluarganya di Moskow, Rusia, dengan gaya hidup yang jauh dari sorotan politik internasional namun tetap berbalut kemewahan.
Assad memerintah Suriah selama sekitar 24 tahun sebelum kerusuhan berkepanjangan dan serangan kelompok oposisi berhasil merebut ibu kota, termasuk Damaskus, pada akhir 2024. Ia bersama keluarganya kemudian evakuasi dari Suriah dan beri suaka di Rusia, sekutu lama rezimnya. Kini, meski jauh dari kursi kekuasaan, Assad hidup tenang dalam kemewahan di ibu kota Rusia – sebuah kehidupan yang kontras dengan kekacauan yang masih berlangsung di negeri asalnya.
Kehidupan Sehari‑hari: Tenang dan Berjarak dari Politik
Menurut laporan media internasional, Assad menjalani hidup yang relatif terkunci dari kehidupan publik dan aktivitas politik. Ia kabarkan tidak lagi terlibat dalam keputusan strategis atau usaha politik untuk kembali berkuasa, dan justru memilih untuk fokus pada kehidupan pribadi. Mantan pemimpin Suriah itu juga laporkan sedang mempelajari bahasa Rusia dan kembali mengasah kemampuan di bidang ophthalmology (dokter mata), profesi yang pernah pelajarinya sebelum terjun ke dunia politik. Kegiatan ini lakukan di sela‑sela keseharian yang berlangsung jauh dari sorotan media internasional.
Lingkungan Hidup di Moskow yang Mewah
Assad dan keluarganya tinggal di kawasan elite Moskow, termasuk kemungkinan Rublyovka, sebuah distrik yang kenal sebagai tempat tinggal para tokoh kaya dan elit politik Rusia. Hunian mereka laporkan berada di kompleks mewah yang mencerminkan standar hidup tinggi, meski tidak lagi memiliki peran politik signifikan. Secara finansial, keluarga Assad ketahui memiliki kekayaan besar yang sebagian alihkan ke Rusia beberapa tahun sebelumnya, sehingga membuat kesejahteraan mereka tetap terjaga meskipun di pengasingan.
Status Politik dan Pembatasan
Walaupun tinggal di ibu kota negara yang dulu menjadi sekutunya, Assad kabarkan batasi oleh aturan Rusia. Terkait keterlibatan dalam politik atau aktivitas publik. Kremlin laporkan tidak memberikan ruang bagi Assad untuk kembali ke sorotan politik atau media. Dan kehidupan barunya terfokus pada rutinitas sehari‑hari pribadi. Kehidupan seperti ini anggap sebagai bentuk exile yang tenang namun jauh dari pengaruh internasional. Menandai akhir dari era kekuasaan Assad yang pernah penuh konflik selama puluhan tahun.
Reaksi Internasional
Sementara Assad menjalani hidupnya jauh dari konflik, dunia internasional terus memantau dampak geopolitik dari kejatuhan rezimnya. Beberapa negara bahkan telah mencabut sanksi terhadap Suriah demi mendorong stabilitas dan rehabilitasi pascakonflik. Meski Assad sendiri tetap hidup sebagai figur yang sangat berbeda dari masa pemerintahannya dulu. Momen langka ini menunjukkan transformasi tajam. Dari mantan kepala negara yang berkuasa kuat menjadi tokoh yang hidup tenang dan jauh dari politik setelah gulingkan. Dari kekuasaan di Damaskus ke kehidupan mewah namun sepi di Moskow. Kisah Assad mencerminkan perubahan nasib yang dramatis sekaligus penuh kontradiksi di panggung geopolitik dunia modern.
