Insiden Malam Tahun Baru Oknum TNI AU Ancam Warga di Maros
CeritaKawan.com – Malam Tahun Baru 2026 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, warnai dengan kejadian yang tak terduga. Sebuah insiden melibatkan seorang oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU) yang mengancam warga menggunakan senjata tajam jenis sangkur. Kejadian ini menghebohkan masyarakat setempat dan menjadi perhatian luas di media sosial. Insiden tersebut menunjukkan adanya ketegangan dan permasalahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat yang seharusnya aman, terlebih di saat perayaan tahun baru yang seharusnya penuh sukacita.
Oknum TNI AU Ngamuk di Tengah Perayaan
Pada malam pergantian tahun, warga Maros yang tengah merayakan Tahun Baru 2026 kejutkan dengan munculnya seorang pria yang ketahui merupakan anggota TNI AU. Dalam keadaan emosi yang tinggi, oknum tersebut tiba-tiba mengancam beberapa warga sekitar dengan membawa sangkur. Perilaku ini membuat masyarakat terkejut dan ketakutan, sehingga beberapa warga berusaha untuk menghindar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.
Saksi mata menyebutkan bahwa oknum TNI AU tersebut tidak hanya mengancam, tetapi juga menunjukkan sikap agresif, yang jelas-jelas bertentangan dengan aturan disiplin yang ada di militer. Kejadian ini berlangsung di salah satu kawasan pemukiman di Maros yang tidak jauh dari keramaian tahun baru. Meskipun situasi sempat tegang, pihak keamanan setempat berhasil mengendalikan situasi dan mencegah hal-hal yang lebih buruk terjadi.
Menurut informasi yang berkembang, oknum tersebut dalam keadaan mabuk, yang mungkin menjadi pemicu utama perilaku tak terkendali tersebut. Hal ini mengundang kecaman dari masyarakat yang mengharapkan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk mencegah hal serupa terulang kembali.
Tanggapan Pihak TNI AU dan Pihak Berwenang
Setelah insiden tersebut, pihak TNI AU langsung merespons dengan menyelidiki kejadian yang melibatkan anggotanya. Komando TNI AU berjanji untuk menindaklanjuti kasus ini sesuai dengan aturan yang berlaku di institusi militer. Mereka menegaskan bahwa perilaku oknum tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai disiplin dan profesionalisme yang seharusnya dijunjung tinggi oleh anggota TNI.
Tidak hanya TNI AU, pihak kepolisian setempat juga ikut turun tangan untuk menyelidiki lebih lanjut peristiwa tersebut. Mereka telah mengambil langkah-langkah untuk memastikan bahwa warga yang merasa terancam dapat memberikan keterangan secara resmi. Polisi juga telah memanggil oknum TNI AU tersebut untuk memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi.
Masyarakat berharap agar insiden seperti ini tidak terulang lagi, dan agar ada tindakan yang jelas terhadap oknum yang bersangkutan. Banyak yang merasa kecewa karena tindakan tersebut dilakukan oleh seorang anggota militer, yang seharusnya menjadi teladan bagi masyarakat, bukan malah menambah ketakutan. Beberapa warga juga menyerukan agar kejadian ini menjadi peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kedamaian, terlebih di saat-saat perayaan bersama seperti malam Tahun Baru.
