2 Pendaki Ilegal Hilang di Gunung Merapi Satu Ditemukan Lemas
CeritaKawan.com – Dua pendaki ilegal dilaporkan hilang di kawasan Gunung Merapi setelah nekat melakukan pendakian meski status gunung masih berbahaya dan jalur pendakian resmi tutup. Peristiwa ini kembali menyoroti risiko besar pendakian ilegal di gunung api aktif serta pentingnya kepatuhan terhadap aturan keselamatan.
Dari dua pendaki tersebut, satu orang berhasil temukan oleh tim penyelamat dalam kondisi lemas. Sementara satu pendaki lainnya hingga kini masih dalam proses pencarian. Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) lakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi medan yang ekstrem serta potensi aktivitas vulkanik Merapi.
Kejadian ini menambah daftar insiden pendakian ilegal di Gunung Merapi yang kerap terjadi meskipun telah ada larangan tegas dari pihak berwenang. Pendakian tanpa izin nilai sangat berbahaya, tidak hanya bagi pendaki itu sendiri tetapi juga bagi petugas yang harus melakukan evakuasi.
Kronologi Hilangnya Pendaki Ilegal di Merapi
Menurut informasi yang himpun, kedua pendaki duga memasuki kawasan Gunung Merapi melalui jalur tidak resmi. Mereka tidak tercatat dalam izin pendakian dan tidak melapor kepada petugas setempat. Hal ini menyulitkan proses pemantauan serta memperlambat penanganan saat terjadi kondisi darurat.
Kontak terakhir dengan kedua pendaki laporkan terputus setelah mereka berada di area lereng gunung. Diduga, cuaca buruk, medan terjal, serta minimnya perlengkapan keselamatan menjadi faktor yang menyebabkan keduanya tersesat dan kelelahan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, relawan, serta aparat terkait segera kerahkan setelah laporan hilangnya pendaki terima. Pencarian lakukan dengan menyisir jalur-jalur yang kemungkinan lalui korban, meskipun kondisi medan berbatu dan kabut tebal menjadi tantangan tersendiri.
Satu pendaki akhirnya temukan dalam kondisi lemas dan mengalami kelelahan berat. Korban langsung evakuasi dan mendapatkan penanganan medis. Sementara itu, upaya pencarian terhadap satu pendaki lainnya masih terus lakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan tim penyelamat.
Peringatan Tegas Soal Bahaya Pendakian Ilegal
Pihak berwenang kembali menegaskan bahwa Gunung Merapi merupakan gunung api aktif dengan potensi bahaya yang tinggi. Aktivitas vulkanik, guguran lava, gas beracun, serta perubahan cuaca yang cepat membuat kawasan ini sangat berisiko untuk dimasuki tanpa izin resmi.
Pendakian ilegal nilai sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Selain membahayakan nyawa pendaki, aktivitas tersebut juga dapat menghambat kerja petugas yang harus mempertaruhkan keselamatan mereka dalam proses evakuasi.
Masyarakat dan para pendaki imbau untuk selalu mematuhi aturan yang berlaku, termasuk larangan pendakian saat status gunung tidak aman. Informasi resmi dari pihak pengelola dan otoritas kebencanaan harus jadikan acuan utama sebelum melakukan aktivitas di kawasan gunung.
Kasus hilangnya dua pendaki ilegal ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi semua pihak. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, dan kepatuhan terhadap aturan adalah kunci untuk mencegah terjadinya korban jiwa di kawasan Gunung Merapi.
