Bangunan Pesantren Darul Abrar Hancur Pimpinan Saksi Kejadian

CeritaKawan.comAceh Utara kembali landa bencana banjir yang berdampak besar pada fasilitas pendidikan, termasuk Pesantren Darul Abrar. Pimpinan pesantren menjadi saksi tragis saat bangunan-bangunan pesantren hancur dan hanyut satu per satu akibat derasnya arus air.

Kronologi Kejadian

Bencana banjir melanda kawasan [sebutkan lokasi spesifik] pada [tanggal kejadian], menyebabkan sebagian besar bangunan Pesantren Darul Abrar rusak parah. Menurut keterangan pimpinan pesantren, derasnya arus sungai membuat bangunan tak mampu bertahan:

  • Bangunan pertama yang hanyut adalah [sebutkan bangunan, misal asrama santri atau ruang kelas].
  • Bangunan lain ikut tersapu secara bertahap, meninggalkan puing-puing yang tersebar di area pesantren.
  • Pimpinan pesantren dan beberapa staf berupaya menyelamatkan santri, namun kerugian fisik bangunan tidak dapat hindari.

Kesaksian Pimpinan Pesantren

Pimpinan Pesantren Darul Abrar menceritakan detik-detik menyedihkan saat menyaksikan kehancuran pesantren:

“Saya tidak menyangka melihat semua bangunan satu per satu hanyut. Rasanya seperti kehilangan bagian dari hidup kami,” ujarnya sambil menahan haru.

Momen ini juga menjadi pelajaran bagi seluruh civitas pesantren tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana dan mitigasi risiko di masa depan.

Dampak Bagi Santri dan Staf

Selain kerusakan fisik, bencana ini berdampak pada aktivitas belajar-mengajar di pesantren. Santri terpaksa mengevakuasi diri ke lokasi aman sementara staf pesantren berupaya menyelamatkan dokumen penting dan harta benda yang masih bisa selamatkan. Pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan lembaga sosial, segera turun tangan untuk memberikan bantuan darurat berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara bagi santri dan staf.

Upaya Pemulihan dan Dukungan

Pemulihan pesantren menjadi prioritas utama pasca-bencana. Beberapa langkah yang dilakukan antara lain:

  • Pendataan kerusakan untuk menentukan skala renovasi dan bantuan yang dibutuhkan.
  • Koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan bantuan konstruksi dan logistik sampai ke pesantren.
  • Pemberian trauma healing bagi santri dan staf yang terdampak agar mereka bisa kembali beraktivitas dengan aman.

Kehancuran bangunan Pesantren Darul Abrar Aceh Utara menjadi peristiwa tragis yang meninggalkan duka mendalam bagi pimpinan, santri, dan staf. Meski demikian, bantuan dari pemerintah dan lembaga sosial memberikan harapan bahwa pesantren dapat segera dipulihkan dan kembali berfungsi sebagai pusat pendidikan agama yang aman dan nyaman.