Maruarar Dorong Hunian Korban Aceh Sumatera Bebas Banjir
CeritaKawan.com – Anggota DPR Maruarar Sirait menekankan pentingnya pembangunan hunian tetap bagi korban bencana di Aceh dan Sumatera yang aman dari risiko banjir. Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian bencana alam yang melanda wilayah tersebut, termasuk banjir dan tanah longsor, yang sering mengancam keselamatan warga. Maruarar menegaskan bahwa hunian yang aman adalah kebutuhan mendesak agar korban bencana dapat memulai kehidupan baru dengan tenang dan terlindungi.
Menurut Maruarar, pembangunan hunian tetap tidak hanya sekadar menyediakan tempat tinggal, tetapi juga harus memperhatikan faktor lingkungan, topografi, dan potensi bencana di sekitar lokasi. Hunian yang bangun tanpa memperhatikan aspek keamanan dapat memperburuk kondisi warga jika bencana kembali terjadi. Oleh karena itu, perencanaan matang dan penerapan standar keamanan menjadi hal yang mutlak.
Fokus pada Hunian Aman dan Berkelanjutan
Maruarar menyarankan agar pemerintah dan pihak terkait mengutamakan desain hunian yang ramah lingkungan dan tahan bencana. Sistem drainase yang baik, pembangunan di lokasi aman dari banjir, serta penggunaan material yang kuat adalah beberapa langkah konkret yang bisa diterapkan. Hunian juga perlu lengkapi dengan fasilitas pendukung seperti jalur evakuasi dan area terbuka untuk keselamatan warga.
Selain aspek teknis, Maruarar juga menekankan pentingnya melibatkan masyarakat dalam proses pembangunan. Dengan partisipasi warga, hunian yang dibangun akan sesuai dengan kebutuhan mereka dan lebih mudah kelola. Pendekatan ini juga memperkuat kesadaran warga tentang mitigasi risiko bencana serta membangun rasa memiliki terhadap hunian baru mereka.
Pentingnya Koordinasi Pemerintah dan Masyarakat
Maruarar menyoroti perlunya koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan lembaga kemanusiaan agar pembangunan hunian berjalan efektif. Anggaran, perencanaan, dan pemantauan harus lakukan secara transparan dan akuntabel. Hal ini bertujuan untuk memastikan hunian yang bangun benar-benar aman, layak huni, dan mampu menahan ancaman banjir atau bencana lainnya.
Lebih lanjut, Maruarar mengingatkan bahwa pembangunan hunian bukan hanya soal fisik bangunan, tetapi juga keberlanjutan sosial dan ekonomi warga. Hunian yang aman dan strategis akan membantu korban bencana memulai kehidupan baru, mengakses pendidikan, pekerjaan, dan layanan kesehatan dengan lebih baik. Dengan begitu, mereka dapat pulih dari trauma bencana dan kembali produktif.
Maruarar berharap pemerintah dapat menindaklanjuti dorongannya dengan langkah konkret dan segera merealisasikan pembangunan hunian tetap yang bebas banjir. Menurutnya, keberhasilan proyek ini akan menjadi contoh bagi upaya penanganan bencana dan rehabilitasi korban di seluruh Indonesia.
Dengan perhatian serius terhadap keamanan, kualitas, dan keberlanjutan, hunian tetap bagi korban bencana Aceh dan Sumatera harapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga simbol harapan baru bagi warga yang terdampak bencana.
