Rajiv Evaluasi Menyeluruh Izin Wisata Tambang di Bandung Raya

CeritaKawan.comAnggota DPR RI Rajiv mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin wisata dan tambang di kawasan Bandung Raya. Desakan ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran atas dampak lingkungan, tata ruang, serta keberlanjutan kawasan yang dikenal sebagai daerah penyangga ekologis dan destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Menurut Rajiv, peninjauan perizinan perlu dilakukan secara komprehensif agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Sorotan Dampak Lingkungan dan Tata Ruang

Bandung Raya memiliki karakter geografis yang sensitif, termasuk kawasan pegunungan, daerah resapan air, dan lahan hijau. Rajiv menilai, aktivitas wisata dan pertambangan yang tidak terkendali berpotensi memicu degradasi lingkungan, seperti:

  • Kerusakan daerah resapan air
  • Risiko longsor dan banjir
  • Penurunan kualitas lingkungan hidup
  • Konflik tata ruang dan alih fungsi lahan

Karena itu, evaluasi izin anggap penting untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan rencana tata ruang wilayah.

Evaluasi Menyeluruh, Bukan Sekadar Administratif

Rajiv menekankan bahwa evaluasi tidak cukup lakukan secara administratif. Pemerintah minta menilai:

  • Kesesuaian izin dengan AMDAL dan daya dukung lingkungan
  • Kepatuhan pelaku usaha terhadap aturan operasional
  • Dampak sosial terhadap masyarakat sekitar
  • Sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan

Pendekatan ini harapkan mampu menghasilkan kebijakan yang adil, tegas, dan berpihak pada kepentingan jangka panjang. Sektor wisata dan pertambangan memang berkontribusi pada perekonomian daerah. Namun, Rajiv mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Jika tidak kendalikan, kerusakan alam justru dapat menimbulkan kerugian sosial dan ekonomi yang lebih besar di masa depan. Menurutnya, Bandung Raya perlu arahkan menjadi kawasan yang mengedepankan pariwisata berkelanjutan, ramah lingkungan, dan berbasis kearifan lokal.

Rajiv berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat berkoordinasi dalam melakukan evaluasi perizinan. Transparansi, partisipasi publik, serta penegakan hukum menjadi kunci agar proses peninjauan izin berjalan efektif dan kredibel. Langkah tegas juga nilai perlu ambil terhadap izin-izin yang terbukti melanggar aturan atau membahayakan lingkungan dan keselamatan warga. Desakan Rajiv untuk melakukan evaluasi menyeluruh izin wisata dan tambang di Bandung Raya mencerminkan perhatian serius terhadap keberlanjutan kawasan. Dengan penataan izin yang lebih ketat dan berorientasi lingkungan, Bandung Raya harapkan dapat berkembang secara seimbang—maju secara ekonomi, namun tetap lestari dan aman bagi generasi mendatang.