Banjir Hantam Aceh Tamian Warga Tahan di Tengah Derasnya Air

CeritaKawan.comBanjir setinggi 3 meter melanda sejumlah wilayah di Aceh Tamiang, membuat warga terpaksa bertahan di tengah derasnya air. Curah hujan tinggi selama beberapa hari terakhir menyebabkan sungai meluap, merendam rumah-rumah warga dan memutus akses jalan. Kondisi ini memaksa masyarakat untuk mencari titik aman di rumah, atap, atau tenda darurat sambil menunggu bantuan datang. Sejumlah warga menceritakan perjuangan mereka bertahan di tengah banjir.

“Air naik begitu cepat, kami hanya bisa naik ke lantai dua dan membawa barang-barang penting. Semuanya basah, tapi yang penting keluarga selamat,” kata salah seorang warga yang rumahnya terendam hampir setengah meter air.

Banjir ini bukan hanya merusak rumah, tetapi juga memutus aliran listrik dan akses komunikasi di beberapa wilayah, membuat koordinasi evakuasi menjadi lebih sulit. Pemerintah daerah bersama BPBD Aceh Tamiang segera mengerahkan tim SAR dan relawan untuk membantu evakuasi warga terdampak. Bantuan berupa makanan, air bersih, dan obat-obatan mulai disalurkan ke titik-titik pengungsian. Petugas juga mendirikan tenda darurat di lokasi yang relatif aman, seperti sekolah dan masjid yang terletak di daerah tinggi, untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal sementara.

Evakuasi dan Bantuan Darurat bagi Warga Terdampak

Upaya evakuasi menjadi prioritas utama di tengah banjir deras ini. Tim SAR menggunakan perahu karet dan kendaraan khusus untuk mengevakuasi warga dari rumah yang terendam. Beberapa warga lansia dan anak-anak menjadi fokus utama karena rentan terhadap risiko kesehatan dan keselamatan. Selain itu, akses transportasi yang terputus membuat distribusi bantuan logistik menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Selain evakuasi, perhatian juga diberikan pada kesehatan masyarakat. Air bersih menjadi kebutuhan mendesak karena sumber air di rumah warga banyak yang terkontaminasi. Petugas medis kerahkan untuk memberikan pelayanan kesehatan darurat, termasuk pemeriksaan kondisi anak-anak dan lansia yang lebih rentan terhadap penyakit akibat banjir.

Relawan juga membantu membersihkan rumah warga yang terdampak dan membangun sistem saluran sementara agar air dapat alirkan lebih cepat. Warga yang berhasil bertahan di daerah tinggi tetap diimbau untuk menjaga keselamatan diri. Pemerintah daerah menekankan pentingnya koordinasi dengan petugas SAR, tidak mencoba menyeberangi arus deras, dan mengikuti prosedur evakuasi resmi. Meski situasi darurat ini menimbulkan ketegangan, semangat gotong royong warga tetap terlihat jelas. Masyarakat saling membantu membawa barang penting, menyediakan makanan, dan memastikan keselamatan tetangga.

Harapan dan Mitigasi Banjir ke Depan

Banjir Aceh Tamiang menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana dan kesiapsiagaan masyarakat. Pemerintah daerah berencana meningkatkan kapasitas tanggap darurat, memperkuat saluran air, dan membangun jalur evakuasi yang lebih aman. Selain itu, edukasi bencana kepada masyarakat juga perkuat agar warga lebih siap menghadapi banjir di masa depan.

Kisah warga yang bertahan di tengah derasnya air menunjukkan keberanian dan ketahanan masyarakat menghadapi bencana alam. Dukungan tim SAR, relawan, dan pemerintah menjadi kunci agar proses evakuasi dan bantuan berjalan lancar. Dengan koordinasi yang baik dan kesadaran masyarakat, harapkan risiko korban dan kerugian harta benda dapat diminimalkan, sekaligus membangun kesigapan menghadapi banjir berikutnya.