Menbud Kunjungi Benteng Victoria Ambon Nilai Sejarah Bangsa
CeritaKawan.com – Kunjungan Menteri Kebudayaan ke Benteng Victoria di Ambon menjadi sorotan publik, terutama karena situs ini merupakan salah satu peninggalan sejarah paling penting di kawasan Indonesia Timur. Benteng yang dibangun pada masa kolonial tersebut tidak hanya memiliki nilai historis. Tetapi juga menjadi simbol perjalanan panjang kota Ambon dalam menghadapi dinamika politik, ekonomi, dan budaya dari masa ke masa.
Dalam kunjungannya, Menbud menegaskan bahwa Benteng Victoria harus dipandang bukan sekadar bangunan tua, tetapi sebagai ruang hidup yang menyimpan identitas bangsa. Menurutnya, semakin cepat perubahan zaman terjadi, semakin penting pula menjaga tempat-tempat yang memiliki nilai historis agar tidak hilang tergerus modernisasi.
Makna Strategis Benteng Victoria dalam Sejarah Ambon
Benteng Victoria merupakan saksi bisu berbagai peristiwa besar, mulai dari masa kolonialisme, perdagangan rempah, hingga konflik lokal. Arsitektur bangunannya yang khas dan struktur pertahanannya menunjukkan betapa pentingnya wilayah Ambon pada era VOC dan pemerintahan kolonial Belanda. Melalui situs seperti Benteng Victoria, generasi muda dapat memahami bagaimana jalur perdagangan, hubungan budaya, dan strategi pertahanan dibangun di masa lampau. Menbud menyoroti bahwa pemahaman sejarah bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi modal penting bagi bangsa untuk melangkah ke depan.
Dengan mengetahui akar sejarah, masyarakat dapat semakin menghargai keberagaman budaya serta memahami proses panjang yang membentuk identitas Indonesia saat ini. Pentingnya Benteng Victoria juga terlihat dari posisinya sebagai titik awal perkembangan kota Ambon. Banyak kebijakan administratif dan ekonomi pada masa kolonial mulai dari benteng ini. Menjadikannya pusat aktivitas pemerintahan dan perdagangan. Oleh karena itu, menjaga keberadaan benteng bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga melestarikan memori kolektif masyarakat Ambon.
Komitmen Pelestarian dan Pengembangan Situs Bersejarah
Dalam kunjungannya, Menbud menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat upaya pelestarian situs bersejarah di Nusantara, termasuk Benteng Victoria. Pemerintah daerah dan pusat akan bekerja sama memastikan situs ini tetap terawat, terutama karena usianya yang sudah mencapai ratusan tahun dan rentan terhadap kerusakan. Beberapa langkah yang rencanakan meliputi pemetaan struktur rentan, restorasi elemen arsitektur yang rusak. Serta pengembangan kawasan benteng sebagai ruang edukasi dan pariwisata sejarah. Menbud menilai bahwa pelestarian tidak hanya membutuhkan dukungan teknis, tetapi juga partisipasi masyarakat. Tanpa kepedulian publik, upaya pemerintah akan sulit mencapai hasil maksimal.
Selain aspek fisik, pengembangan narasi sejarah juga menjadi perhatian. Pemerintah berencana memperkaya interpretasi sejarah Benteng Victoria sehingga wisatawan tidak hanya melihat bangunan, tetapi juga memahami cerita di baliknya. Dengan demikian, nilai edukatif benteng dapat meningkat dan berkontribusi pada pembelajaran sejarah generasi muda. Kunjungan Menbud ke Benteng Victoria Ambon menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa warisan sejarah adalah bagian dari identitas nasional. Dengan melestarikan situs-situs bersejarah, bangsa Indonesia tidak hanya menjaga jejak masa lampau, tetapi juga membangun jembatan pengetahuan bagi masa depan. Benteng Victoria bukan sekadar monumen, tetapi simbol perjalanan panjang bangsa yang harus jaga bersama.
