BPJPH Gaspol Sertifikasi Halal Gandeng KKP Kampus Ternama

CeritaKawan.ComBadan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus menggeber percepatan sertifikasi halal di Indonesia. Upaya ini lakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus memberikan kepastian hukum dan kenyamanan bagi masyarakat. Dalam langkah terbarunya, BPJPH menggandeng Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta sejumlah kampus ternama untuk memperluas jangkauan dan efektivitas sertifikasi halal, khususnya pada sektor pangan dan produk olahan.

Langkah kolaboratif ini nilai strategis mengingat Indonesia memiliki potensi besar sebagai pusat industri halal dunia. Namun, tantangan berupa luasnya wilayah, beragamnya pelaku usaha, serta keterbatasan sumber daya masih menjadi pekerjaan rumah. Karena itu, BPJPH memilih pendekatan kolaborasi lintas sektor agar percepatan sertifikasi halal dapat berjalan lebih masif dan berkelanjutan.

Sinergi BPJPH dan KKP Perkuat Produk Halal Sektor Perikanan

Kerja sama BPJPH dengan KKP menjadi fokus penting mengingat sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi nasional. Produk perikanan Indonesia tidak hanya menyasar pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor yang semakin menuntut jaminan halal sebagai nilai tambah.

Melalui sinergi ini, BPJPH dan KKP mendorong pelaku usaha perikanan—mulai dari nelayan, UMKM, hingga industri besar—untuk memahami pentingnya sertifikasi halal. Pendampingan lakukan sejak hulu hingga hilir, termasuk proses produksi, pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi.

KKP berperan dalam menyediakan data, pendamping lapangan, serta integrasi program pembinaan pelaku usaha perikanan. Sementara BPJPH memastikan proses sertifikasi berjalan sesuai standar dan regulasi yang berlaku. Dengan kolaborasi ini, harapkan semakin banyak produk perikanan nasional yang memiliki sertifikat halal dan mampu bersaing di pasar global.

Peran Kampus Ternama dalam Akselerasi Sertifikasi Halal

Selain menggandeng KKP, BPJPH juga melibatkan sejumlah kampus ternama untuk memperkuat aspek sumber daya manusia dan riset. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak Pendamping Proses Produk Halal (P3H), auditor halal, serta pengembangan kajian ilmiah terkait kehalalan produk.

Melalui kerja sama ini, mahasiswa dan akademisi libatkan langsung dalam program sertifikasi halal, baik melalui pelatihan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat. Kampus menjadi pusat edukasi halal yang menjembatani kebutuhan regulator dengan kondisi riil di lapangan.

Keterlibatan dunia akademik juga harapkan mampu meningkatkan literasi halal di kalangan pelaku usaha, khususnya UMKM. Dengan pendampingan berbasis keilmuan, proses sertifikasi tidak hanya pandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai bagian dari peningkatan kualitas dan daya saing produk.

Langkah “gaspol” BPJPH ini menunjukkan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar urusan lembaga pemerintah. Melainkan gerakan bersama yang melibatkan kementerian, akademisi, dan masyarakat. Dengan kolaborasi yang solid, Indonesia semakin optimistis memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam industri halal global, sekaligus memastikan perlindungan konsumen melalui produk yang aman, berkualitas, dan terjamin kehalalannya.

Polrestro Tangerang Perkuat Keamanan Lewat Ojol Kamtibmas

CeritaKawan.Com Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus lakukan Polrestro Tangerang dengan pendekatan yang semakin adaptif dan humanis. Salah satu terobosan yang kini mendapat perhatian publik adalah pembentukan Ojol Kamtibmas, yakni keterlibatan pengemudi ojek online sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan. Program ini nilai efektif karena memanfaatkan peran masyarakat yang sehari-hari berada langsung di lapangan.

Di tengah dinamika perkotaan yang semakin kompleks, kehadiran aparat keamanan saja nilai belum cukup. Dibutuhkan kolaborasi dengan elemen masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi dan akses luas, seperti pengemudi ojek online. Melalui Ojol Kamtibmas, Polrestro Tangerang berupaya menciptakan sistem keamanan partisipatif yang responsif terhadap kondisi di lapangan.

Ojol Kamtibmas, Mitra Strategis Polisi di Lapangan

Program Ojol Kamtibmas rancang untuk memberdayakan para pengemudi ojek online sebagai mata dan telinga kepolisian. Dengan aktivitas harian yang menjangkau berbagai wilayah, pengemudi ojol nilai mampu memberikan informasi awal terkait potensi gangguan keamanan, kecelakaan, hingga tindak kriminal.

Polrestro Tangerang memberikan pembekalan dasar terkait kamtibmas, etika pelaporan, serta cara berkomunikasi yang tepat kepada para pengemudi ojol yang tergabung dalam program ini. Mereka tidak bertindak sebagai aparat penegak hukum, melainkan sebagai mitra yang membantu menyampaikan informasi secara cepat dan akurat.

Selain mempercepat alur informasi, keberadaan Ojol Kamtibmas juga memiliki efek pencegahan. Kehadiran pengemudi yang peduli terhadap keamanan lingkungan membuat pelaku kejahatan berpikir ulang. Program ini sekaligus memperkuat rasa kepedulian sosial dan tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman.

Pendekatan Humanis untuk Kamtibmas Berkelanjutan

Polrestro Tangerang menilai bahwa keamanan tidak bisa hanya bangun melalui pendekatan represif. Oleh karena itu, Ojol Kamtibmas menjadi bagian dari strategi pendekatan humanis yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama keamanan.

Melalui komunikasi yang intens antara polisi dan pengemudi ojol, terbangun kepercayaan dan kedekatan yang berdampak positif bagi stabilitas kamtibmas. Pengemudi ojol juga berperan sebagai penyambung informasi kepada masyarakat, menyampaikan pesan-pesan keamanan, serta mengedukasi warga agar lebih waspada terhadap potensi gangguan.

Program ini juga membuka ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat akar rumput. Masukan, keluhan, hingga aspirasi terkait kondisi keamanan dapat disampaikan secara informal namun efektif. Dengan demikian, kebijakan dan langkah preventif yang ambil Polrestro Tangerang dapat lebih tepat sasaran.

Ke depan, Ojol Kamtibmas harapkan terus berkembang dan menjadi model kolaborasi keamanan yang dapat terapkan di wilayah lain. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat seperti ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan keamanan di era modern.