Trump Ngotot Rebut Greenland 6 Negara NATO Siaga
CeritaKawan.Com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian dunia dengan pernyataannya yang keras mengenai Greenland, wilayah otonom bagian dari Kerajaan Denmark yang juga merupakan anggota NATO. Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat “membutuhkan Greenland demi alasan keamanan nasional” terkait meningkatnya pengaruh Rusia dan China di wilayah Arktik. Gedung Putih mengatakan bahwa akuisisi Greenland sedang “aktif bahas” oleh pemerintahan Trump, meskipun diplomat menekankan diplomasi sebagai opsi utama.
Trump sendiri secara terbuka tidak menutup kemungkinan penggunaan opsi militer dalam proses tersebut, meski ia dan timnya juga mengeksplorasi negosiasi politik dengan Denmark. Pernyataan itu muncul hanya beberapa hari setelah operasi militer AS di Venezuela yang menangkap Presiden Nicolás Maduro, sehingga memicu kekhawatiran tambahan di Eropa tentang langkah AS selanjutnya.
Respons dari Eropa cukup cepat dan tegas. Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, menyatakan bahwa Greenland tidak untuk jual dan tetap berada di bawah kedaulatan Denmark, serta memperingatkan bahwa tindakan militer AS terhadap wilayah sekutu NATO bisa berarti berakhirnya aliansi itu sendiri.
6 Negara NATO Tegaskan Dukungan untuk Kedaulatan Greenland
Menanggapi retorika Trump, enam negara anggota NATO termasuk Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bersama Denmark mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa kedaulatan, integritas teritorial, dan perbatasan Greenland harus hormati. Mereka menyatakan bahwa masa depan Greenland hanya boleh putuskan oleh rakyat Greenland dan Kerajaan Denmark, serta menyerukan penyelesaian isu ini melalui kerjasama dan prinsip Piagam PBB.
Dalam pernyataan itu sebutkan bahwa keamanan di kawasan Arktik harus capai secara kolektif bersama seluruh sekutu NATO, termasuk AS. Hal ini sekaligus menunjukkan adanya kekhawatiran bahwa langkah sepihak oleh Washington. Bisa mengganggu stabilitas internal aliansi dan menimbulkan ketegangan serius di antara negara anggota.
Beberapa pemimpin NATO menekankan bahwa meskipun AS adalah sekutu terpenting dalam aliansi. Tetap perlukan penghormatan terhadap kedaulatan negara lain termasuk Denmark. Jika AS mengambil tindakan yang anggap agresif terhadap wilayah sekutu. Hal itu bisa memicu krisis besar dalam hubungan transatlantik dan mungkin bahkan mengancam masa depan NATO sebagai aliansi pertahanan kolektif.
Reaksi negara-negara Eropa ini mencerminkan kekhawatiran luas bahwa retorika Trump dapat menimbulkan dampak yang melampaui sekadar perselisihan diplomatik. Aliansi yang dirikan setelah Perang Dunia II itu bisa. Menghadapi tantangan paling serius sejak era Perang Dingin jika konflik internal semacam ini benar‑benar muncul.
