Korban PHK Capai 79.302 Orang Daerah Ini Paling Terpengaruh

CeritaKawan.comPemutusan Hubungan Kerja (PHK) di Indonesia pada tahun 2025 mencatatkan angka yang cukup memprihatinkan, dengan total korban PHK mencapai 79.302 orang. Angka ini menunjukkan dampak signifikan dari berbagai tantangan ekonomi yang hadapi oleh negara. Banyak sektor industri yang terdampak, termasuk manufaktur, jasa, dan perdagangan. Namun, dari sekian banyak daerah, beberapa wilayah mengalami lonjakan PHK yang jauh lebih tinggi bandingkan daerah lain. Bagi para pekerja yang terdampak, masa depan yang penuh ketidakpastian menjadi tantangan berat yang harus hadapi.

Berdasarkan data yang himpun, daerah yang paling banyak mengalami PHK adalah wilayah yang sangat bergantung pada sektor-sektor industri besar, seperti Jawa Barat dan Jawa Timur. Meskipun beberapa sektor seperti pertanian dan teknologi relatif stabil, sektor industri manufaktur dan perdagangan di beberapa wilayah besar mengalami penurunan tajam yang berujung pada pemutusan hubungan kerja. Selain itu, efek dari pandemi dan kondisi ekonomi global yang tidak menentu juga turut memperburuk situasi ini.

Daerah dengan Jumlah PHK Terbanyak

Dari sekian banyak daerah yang terdampak oleh PHK, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah korban PHK tertinggi, ikuti oleh Jawa Timur dan DKI Jakarta. Sektor yang paling banyak mengalami pemutusan hubungan kerja adalah industri manufaktur, terutama di kawasan industri yang terdapat di Jawa Barat, seperti di daerah Bekasi, Karawang, dan Cikarang. Banyak perusahaan yang terpaksa mengurangi tenaga kerja mereka akibat penurunan permintaan global dan biaya produksi yang terus meningkat.

Penyebab utama terjadinya PHK massal di Jawa Barat dan Jawa Timur adalah penurunan permintaan terhadap produk-produk ekspor, yang sebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global. Dampak dari kebijakan pembatasan sosial dan gelombang ketiga pandemi Covid-19 juga memperburuk kondisi ini. Di mana banyak perusahaan mengalami kesulitan untuk tetap beroperasi. Di DKI Jakarta, meskipun tidak sebesar di dua provinsi tersebut, sektor jasa seperti perhotelan dan pariwisata juga terdampak cukup signifikan, mengingat turunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun internasional.

Dampak Sosial dan Ekonomi PHK di Daerah Terdampak

PHK massal yang terjadi di beberapa daerah ini tentu menambah tantangan besar bagi perekonomian lokal. Sebagian besar pekerja yang terdampak PHK berasal dari kalangan buruh dengan tingkat pendidikan rendah, sehingga sulit untuk segera mendapatkan pekerjaan baru. Hal ini memperburuk angka pengangguran dan kemiskinan di daerah-daerah yang sudah terdampak krisis ekonomi.

Di sisi lain, dampak sosial dari PHK juga sangat terasa di komunitas-komunitas yang bergantung pada satu sektor industri tertentu. Dengan banyaknya pekerja yang kehilangan pekerjaan, munculnya ketidakstabilan sosial menjadi potensi ancaman yang harus perhatikan oleh pemerintah dan pihak terkait. Dalam beberapa kasus, masyarakat yang terdampak PHK menghadapi kesulitan besar untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga program bantuan sosial dari pemerintah menjadi sangat penting untuk meredakan beban mereka.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah dan sektor swasta perlu bekerja sama dalam menyusun program pelatihan keterampilan dan penyerapan tenaga kerja. Pelatihan untuk keterampilan baru dapat membantu pekerja terdampak untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar kerja yang berubah. Selain itu, investasi dalam sektor-sektor yang lebih tahan terhadap guncangan ekonomi, seperti sektor digital dan energi terbarukan. Dapat membuka peluang kerja baru bagi banyak orang yang membutuhkan.

Secara keseluruhan, meskipun jumlah korban PHK mencapai 79.302 orang. Penting bagi pemerintah, pengusaha, dan masyarakat untuk bekerja sama dalam menciptakan peluang baru dan mengurangi dampak negatif yang timbulkan oleh pemutusan hubungan kerja ini. Ke depannya, dengan upaya yang tepat, Indonesia bisa kembali bangkit dan memperkuat ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Modus Penipuan Jelang Nataru Marak Waspada Tidak Terjebak

CeritaKawan.comJelang liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk berlibur, berbelanja, dan merayakan bersama keluarga. Namun, di balik kesibukan tersebut, banyak pula modus penipuan yang mengincar korban. Para pelaku penipuan memanfaatkan situasi yang melibatkan transaksi uang, pembelian tiket, atau pengaturan perjalanan untuk melakukan aksinya. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati agar tidak terjebak dalam penipuan yang marak menjelang Nataru.

Modus penipuan yang terjadi menjelang Nataru beragam, mulai dari penipuan melalui telepon, email, hingga iklan palsu di media sosial. Mengingat tingginya volume transaksi selama musim liburan, pelaku penipuan berusaha untuk memanfaatkan kelengahan dan keinginan orang untuk mendapatkan tawaran menarik, seperti diskon besar, tiket murah, atau hadiah liburan. Penipuan semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat mempengaruhi kenyamanan liburan Anda.

Modus Penipuan yang Marak Jelang Nataru

Salah satu modus penipuan yang paling umum terjadi menjelang Nataru adalah penipuan tiket liburan murah. Banyak korban yang tergiur dengan harga tiket pesawat atau hotel yang tampak sangat murah, namun setelah melakukan pembayaran, tiket atau pemesanan tersebut tidak pernah terima. Pelaku sering menggunakan situs palsu atau iklan berbayar yang tampaknya kredibel di media sosial atau platform e-commerce.

Selain itu, ada juga penipuan hadiah atau undian liburan yang menawarkan hadiah-hadiah menarik seperti paket liburan atau barang elektronik. Modus ini sering kali melibatkan email atau pesan singkat yang mengklaim bahwa seseorang baru saja memenangkan hadiah tertentu. Namun, untuk “mengklaim” hadiah, korban minta untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau pajak. Setelah uang kirim, hadiah yang janjikan tidak pernah datang, dan pelaku pun menghilang.

Penipuan belanja online juga meningkat menjelang Nataru. Banyak orang yang tergoda dengan diskon besar-besaran untuk produk-produk populer seperti pakaian, gadget, atau tiket liburan. Modus ini bisa berupa website palsu yang menawarkan harga sangat murah bandingkan dengan pasarannya. Setelah melakukan pembayaran, barang yang dijanjikan tidak pernah dikirim atau bahkan produk yang terima jauh berbeda dari yang iklankan.

Cara Menghindari Penipuan Jelang Nataru

Untuk menghindari terjebak dalam penipuan yang marak menjelang Nataru, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan. Pertama, pastikan untuk selalu melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan transaksi, terutama jika Anda membeli tiket atau produk secara online. Cek apakah situs atau toko tersebut memiliki reputasi yang baik, baik dari ulasan pelanggan maupun keamanan situs web. Gunakan juga situs yang terpercaya, terutama yang memiliki sertifikat keamanan (https://).

Kedua, jika Anda menerima pesan yang mengklaim Anda memenangkan hadiah atau undian, berhati-hatilah. Sebagian besar penipuan menawarkan hadiah yang sangat menggiurkan dengan syarat yang tidak wajar, seperti meminta Anda untuk mengirimkan uang terlebih dahulu. Jangan pernah memberikan informasi pribadi atau mentransfer uang kepada pihak yang tidak Anda kenal.

Ketiga, selalu gunakan metode pembayaran yang aman, seperti kartu kredit atau pembayaran melalui aplikasi pembayaran yang terpercaya, karena cara-cara ini memiliki fitur perlindungan transaksi. Hindari transfer langsung ke rekening pribadi yang tidak jelas.

Keempat, jika Anda merasa curiga dengan suatu tawaran atau transaksi, jangan ragu untuk menghubungi pihak berwenang atau lembaga terkait, seperti bank atau situs e-commerce, untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Anda juga bisa melaporkan penipuan yang terjadi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Polisi Cyber agar pelaku dapat segera ditindak.

Secara keseluruhan, meskipun suasana liburan penuh kegembiraan, selalu ingat untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan. Selalu pastikan bahwa Anda hanya bertransaksi dengan pihak yang terpercaya, dan jangan terburu-buru dalam membuat keputusan finansial. Dengan kewaspadaan yang tinggi, Anda dapat menikmati liburan Nataru dengan lebih tenang dan aman.

Penyebab Kredit Nganggur di Bank Capai Rp 2.500 T

CeritaKawan.comKredit nganggur atau non-performing loans (NPL) di sektor perbankan Indonesia terus menjadi masalah besar yang mempengaruhi kesehatan perekonomian. Baru-baru ini, laporan terbaru menunjukkan bahwa total kredit nganggur di bank-bank Indonesia telah mencapai Rp 2.500 triliun, angka yang sangat besar dan memprihatinkan. Meskipun sektor perbankan Indonesia mengalami sejumlah kemajuan dalam beberapa tahun terakhir, masalah kredit macet ini tetap menjadi tantangan yang perlu segera tangani. Lantas, apa saja penyebab utama yang mendorong angka kredit nganggur ini terus melonjak?

Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi Kredit Nganggur

Salah satu penyebab utama meningkatnya jumlah kredit nganggur adalah faktor ekonomi makro yang tidak stabil. Krisis ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan fluktuasi nilai tukar rupiah sering kali berdampak langsung pada kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban pembayaran utang mereka. Banyak pelaku usaha yang menghadapi kesulitan dalam mempertahankan operasi bisnis mereka akibat kenaikan biaya bahan baku, upah, serta pembatasan distribusi barang yang picu oleh masalah rantai pasokan.

Di sisi lain, sektor perbankan juga hadapkan pada tingkat suku bunga yang terus berubah, yang dapat memperburuk kondisi debitur yang telah mengajukan kredit dengan bunga mengambang. Ketika suku bunga meningkat, beban pembayaran cicilan menjadi lebih berat, terutama bagi debitur yang sudah kesulitan membayar pinjaman mereka sebelumnya. Ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung pun menjadi faktor yang membuat banyak debitur lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi atau peminjaman dana, yang pada gilirannya menyebabkan kredit macet semakin meningkat.

Praktik Pemberian Kredit yang Kurang Selektif dan Manajemen Risiko yang Lemah

Selain faktor ekonomi makro, ada pula masalah terkait dengan praktik pemberian kredit yang kurang selektif oleh beberapa bank. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah bank mulai menghadapi masalah akibat praktik pemberian kredit yang terburu-buru dan kurang memperhatikan risiko jangka panjang. Banyak kredit berikan kepada debitur dengan prospek pembayaran yang kurang jelas, atau bahkan kepada sektor-sektor yang rentan terhadap ketidakstabilan ekonomi, seperti sektor properti yang mengalami penurunan permintaan.

Kurangnya analisis mendalam terkait profil risiko debitur sering kali menjadi pemicu utama munculnya kredit nganggur. Beberapa bank mungkin lebih fokus pada ekspansi bisnis jangka pendek dan pertumbuhan volume pinjaman tanpa mempertimbangkan stabilitas keuangan debitur. Akibatnya, banyak debitur yang tidak mampu membayar kewajiban pinjaman mereka, sehingga menambah jumlah kredit macet yang menumpuk.

Selain itu, manajemen risiko yang lemah di beberapa bank juga berkontribusi pada semakin tingginya jumlah kredit nganggur. Sistem pengawasan dan pemantauan yang tidak optimal terhadap portofolio kredit menyebabkan bank kesulitan untuk mendeteksi potensi masalah sejak dini. Banyak bank yang baru mengambil tindakan saat kredit telah benar-benar macet, yang sudah tentu membuat proses pemulihan menjadi lebih sulit.

Dampak dan Upaya Penanggulangan Kredit Nganggur

Meningkatnya kredit nganggur tentu berdampak besar pada stabilitas sektor perbankan dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Bank yang memiliki kredit macet dalam jumlah besar akan menghadapi kesulitan dalam mengelola likuiditas dan kemampuan untuk memberikan pinjaman baru. Jika masalah ini tidak tangani dengan serius, sektor perbankan bisa mengalami kerugian yang berujung pada krisis likuiditas.

Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah dan otoritas perbankan Indonesia telah mendorong bank-bank untuk memperketat standar pemberian kredit dan meningkatkan manajemen risiko. Langkah-langkah seperti memperbaiki sistem kredit scoring. Meningkatkan pengawasan terhadap sektor-sektor berisiko tinggi, dan memfasilitasi restrukturisasi utang bagi debitur yang terdampak oleh krisis ekonomi. Menjadi beberapa upaya yang harapkan dapat mengurangi beban kredit nganggur di bank-bank Indonesia.

Selain itu, penting bagi sektor perbankan untuk melakukan diversifikasi portofolio kredit dan memfokuskan pemberian kredit kepada sektor-sektor yang lebih resilient terhadap gejolak ekonomi, seperti sektor teknologi dan industri hijau. Dengan demikian, harapkan masalah kredit nganggur dapat minimalisir. Dan sektor perbankan Indonesia dapat kembali berfungsi secara optimal untuk mendukung perekonomian negara. Secara keseluruhan, meskipun tantangan besar dalam pengelolaan kredit nganggur ini masih ada. Langkah-langkah perbaikan yang ambil oleh sektor perbankan dan pemerintah harapkan. Dapat memperbaiki situasi dan membawa perekonomian Indonesia ke jalur yang lebih stabil dan berkelanjutan.

BNI Menang Leadership AA di Indonesia ESG Leadership Awards

CeritaKawan.comBank Negara Indonesia (BNI) kembali mengukir prestasi gemilang dengan meraih Penghargaan Leadership AA di ajang Indonesia ESG Leadership Awards 2025. Penghargaan ini berikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen BNI dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam seluruh operasional perusahaan. Dengan pencapaian ini, BNI menegaskan posisinya sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan yang tinggi di Indonesia.

Penghargaan ini berikan kepada perusahaan yang menunjukkan kepemimpinan yang kuat dalam penerapan ESG, baik dalam aspek keberlanjutan lingkungan, tanggung jawab sosial, dan tata kelola perusahaan yang transparan. BNI, sebagai bank terbesar milik negara, tidak hanya berfokus pada aspek keuangan. Tetapi juga pada dampak positif yang dapat berikan kepada masyarakat dan lingkungan melalui berbagai inisiatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Bank BNI dan Komitmen Terhadap Keberlanjutan

BNI memperoleh penghargaan Leadership AA berkat sejumlah inisiatif yang telah laksanakan untuk mendukung tujuan keberlanjutan. Salah satunya adalah komitmen bank ini untuk memperkenalkan produk dan layanan keuangan yang ramah lingkungan. Melalui berbagai program, BNI mendorong sektor industri dan masyarakat untuk lebih memperhatikan faktor lingkungan dalam setiap keputusan finansial.

Sebagai contoh, BNI telah mengembangkan produk green bonds yang bertujuan untuk mendanai proyek-proyek yang berfokus pada pengelolaan lingkungan hidup, seperti energi terbarukan, pengelolaan air, dan pengurangan emisi karbon. Produk ini tidak hanya mendukung keberlanjutan. Tetapi juga memberikan peluang bagi investor untuk berkontribusi pada pengembangan sektor-sektor yang mendukung pelestarian alam.

Di sisi sosial, BNI aktif dalam berbagai kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang mencakup pemberdayaan ekonomi masyarakat, pendidikan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat kurang mampu. Bank ini memiliki program BNI Peduli, yang berfokus pada penyediaan. Akses keuangan yang inklusif bagi masyarakat di daerah terpencil, serta mendukung pengembangan UMKM yang menjadi pilar ekonomi lokal.

Tata Kelola Perusahaan yang Transparan dan Berintegritas

Selain aspek lingkungan dan sosial, BNI juga mendapat pengakuan atas tata kelola perusahaan yang baik (good governance). Sebagai lembaga keuangan, BNI berkomitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam seluruh aktivitas bisnisnya. Bank ini memastikan bahwa setiap keputusan strategis lakukan dengan prinsip-prinsip integritas tinggi dan mematuhi semua regulasi yang berlaku.

BNI telah menerapkan sistem manajemen risiko yang efektif untuk mengidentifikasi dan mengelola potensi risiko di berbagai bidang, termasuk risiko lingkungan dan sosial yang semakin menjadi perhatian utama perusahaan global. Selain itu, BNI juga aktif dalam melibatkan pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, dan masyarakat, dalam upaya keberlanjutan dan pengelolaan risiko.

Dengan raihnya Penghargaan Leadership AA di Indonesia ESG Leadership Awards 2025. BNI semakin mengukuhkan diri sebagai pemimpin dalam implementasi prinsip keberlanjutan di sektor perbankan. Pencapaian ini bukan hanya memperlihatkan komitmen. BNI terhadap pengelolaan lingkungan dan tanggung jawab sosial. Tetapi juga membuka peluang bagi sektor keuangan untuk lebih memperhatikan masa depan yang lebih hijau dan inklusif.

Sebagai bank yang berperan penting dalam ekonomi Indonesia, BNI terus berinovasi untuk memastikan bahwa setiap langkah. Yang ambil dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Dengan penghargaan ini. BNI berharap dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan untuk mengikuti jejak keberlanjutan dan berkontribusi pada masa depan yang lebih baik.