Evakuasi Migran di Sekolah Lama Badalona Bikin Warga Resah

CeritaKawan.comEvakuasi ratusan migran dari sebuah sekolah bekas di Badalona, Spanyol, pada 17 Desember 2025 memicu ketegangan dan kekhawatiran di kalangan warga serta para migran yang terdampak. Aksi penertiban ini lakukan oleh polisi setempat berdasarkan perintah pengadilan, namun menimbulkan protes, diskusi publik, dan kekhawatiran mengenai nasib para migran yang kehilangan tempat tinggal di tengah musim dingin.

Evakuasi Besar‑besaran oleh Polisi di Badalona

Polisi regional dari Mossos d’Esquadra melaksanakan operasi pengosongan gedung sekolah tua yang telah lama tempati oleh sekitar 400 migran, kebanyakan tidak berdokumen resmi banyak berasal dari negara‑negara Afrika seperti Senegal dan Gambia. Bangunan tersebut sudah tidak lagi layak huni dan nyatakan berbahaya oleh otoritas, sehingga hakim memutuskan untuk mengevakuasi penghuni sebagai langkah keselamatan publik.

Para migran, sadar akan rencana evakuasi yang akan datang, banyak yang meninggalkan gedung sebelum polisi tiba, namun sebagian lain tetap tinggal hingga petugas memasuki lokasi. Momen ini memicu adegan ketegangan kecil saat migran harus berjalan melewati barisan polisi bersenjata lengkap saat kehilangan tempat tinggal mereka.

Reaksi dan Kekhawatiran Warga Migran

Sementara operasi berlangsung tanpa kekerasan besar, beberapa migran menyampaikan ketidakpuasan dan kecemasan mereka. Seorang migran yang tinggal di lokasi menilai evakuasi di tengah musim dingin dan dekat dengan hari libur besar. Sebagai tindakan yang “keras dan tidak berperasaan.” Ia bahkan mengatakan bahwa banyak yang berharap bisa tinggal sampai cuaca lebih baik atau setelah liburan agar mereka bisa mencari solusi tempat tinggal yang lebih aman.

Advokat hukum yang mewakili para migran, seperti Marta Llonch. Juga menyuarakan kekhawatiran bahwa langkah ini bisa membuat banyak orang berakhir tidur di jalanan tanpa akomodasi yang layak, karena perintah pengadilan hanya mensyaratkan akses ke layanan sosial, bukan kewajiban bagi otoritas lokal untuk menyediakan tempat tinggal bagi semuanya.

Ketegangan Publik dan Latar Belakang Isu Perumahan

Evakuasi ini terjadi di tengah krisis perumahan di wilayah Barcelona, termasuk Badalona. Di mana biaya hidup dan sewa rumah yang tinggi membuat banyak migran serta warga lokal kesulitan mendapatkan tempat tinggal yang terjangkau. Gedung sekolah B9 yang tinggalkan sejak 2023 telah menjadi hunian improvised bagi para migran. Yang tidak punya pilihan lain namun juga menjadi titik konflik antara kebutuhan tempat tinggal dan peraturan hukum setempat.

Walikota Badalona, Xavier García Albiol, yang berasal dari partai konservatif dengan sikap tegas terhadap imigrasi. Memperjuangkan pengosongan bangunan tersebut sebagai bagian dari agenda penegakan hukum dan keamanan publik. Kebijakan ini menjadi bagian dari perdebatan yang lebih luas tentang bagaimana Spanyol mengelola imigrasi dan hak dasar manusia.

Dampak Sosial dan Tantangan ke Depan

Para migran yang evakuasi kini menghadapi masa depan yang tidak pasti. Walau ada layanan sosial yang tersedia untuk sebagian, banyak yang tidak mendapatkan. Akomodasi sementara atau tetap, sehingga berpotensi berakhir tidur di tempat umum di musim dingin, yang meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan mereka.

Kasus ini juga memperlihatkan ketegangan antara kebijakan anti‑pendudukan ilegal dan kebutuhan mendesak akan solusi perumahan bagi migran yang rentan. Sementara sebagian warga mendukung tindakan penegakan hukum, kelompok advokasi migran dan hak asasi manusia menyerukan pendekatan. Yang lebih manusiawi dan inklusif dalam menangani isu tersebut agar tidak meninggalkan orang dalam kondisi risiko tinggi.

Evakuasi migran dari sekolah lama di Badalona menggambarkan ketegangan nyata antara kebijakan lokal, kebutuhan keluarga migran. Dan tantangan sosial yang lebih luas. Meski operasi berlangsung relatif damai, peristiwa ini memicu perdebatan tentang bagaimana negara dan komunitas harus menangani krisis imigrasi. Hak atas tempat tinggal, serta kesejahteraan publik di tengah ekonomi yang menantang.

Komisi V DPR Imbau Warga Siaga Hadapi Siklon 93S Menguat

CeritaKawan.comPeringatan dini soal Siklon 93S yang menguat menjadi sorotan publik dan pemerintah, termasuk dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, yang mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem. Fenomena cuaca ini perkirakan dapat memengaruhi berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan karena bibit siklon tersebut berada di Samudra Hindia.

Siklon 93S Menguat dan Dampaknya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa siklon tropis 93S kini menunjukkan tanda‑tanda menguat dan berpotensi menjad i siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Fenomena ini berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi cuaca dan perairan di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di berbagai wilayah, termasuk Pulau Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara. Hujan lebat akibat 93S telah memberi dampak nyata di Bali, di mana beberapa wilayah mengalami banjir setelah curah hujan tinggi. Serta menimbulkan kerusakan ringan dan memicu kekhawatiran di kalangan warga setempat.

Imbauan Komisi V DPR

Menanggapi perkembangan ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda. Meminta pemerintah dan masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini yang telah keluarkan oleh BMKG terkait siklon 93S. Ia menekankan pentingnya pendekatan saintifik dan mitigasi bencana yang serius. Serta mengimbau warga untuk mengikuti informasi cuaca resmi dan mempersiapkan langkah kesiapsiagaan sebelum dampak cuaca ekstrem terjadi. Huda juga mengingatkan agar masyarakat dan pemerintah daerah segera melakukan upaya mitigasi dan antisipasi. Termasuk khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak hujan lebat, angin kencang, maupun gelombang tinggi.

Waspada Cuaca Ekstrem dan Langkah Preventif

Peringatan waspada bukan tanpa dasar. BMKG mencatat peningkatan potensi cuaca buruk yang picu oleh siklon 93S, termasuk di antaranya wilayah. Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur bagian barat. Selain itu, gelombang laut tinggi berkisar antara 1,25–2,5 meter perkirakan dapat terjadi di perairan selatan Indonesia seperti Samudra Hindia selatan Banten hingga Pulau Sumba. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di beberapa provinsi pun telah mulai mengimbau warga untuk menyiapkan tas siaga berisi barang dan dokumen penting, sebagai salah satu langkah antisipasi bencana yang mungkin terjadi.

Tips Siaga Menghadapi Dampak Siklon 93S

Untuk membantu warga menghadapi potensi dampak cuaca ekstrem, berikut beberapa langkah waspada yang sarankan:

  • Pantau Informasi Cuaca Resmi Selalu update perkembangan cuaca melalui BMKG dan BPBD setempat.
  • Siapkan Tas Siaga Bencana Berisi dokumen penting, obat‑obatan, dan keperluan darurat lainnya.
  • Hindari Aktivitas di Pesisir Gelombang laut tinggi dapat membahayakan pelayaran, nelayan, dan wisata pesisir.
  • Siapkan Rencana Evakuasi Tentukan jalur dan tempat aman jika perlu evakuasi cepat.

Siklon 93S yang menguat telah memicu peringatan dini BMKG, termasuk potensi hujan lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di sejumlah wilayah Indonesia. Komisi V DPR RI mengimbau masyarakat untuk siaga serta mengikuti anjuran mitigasi dan informasi resmi, sehingga risiko dampak cuaca ekstrem dapat minimalkan. Kesiapsiagaan bersama antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama dalam menghadapi fenomena alam yang berkembang ini.

Eks Manajer Kamar Mayat Harvard Dibui 8 Tahun Jual Organ

CeritaKawan.comSeorang mantan manajer kamar mayat di Harvard Medical School jatuhi hukuman delapan tahun penjara oleh pengadilan federal di Pennsylvania setelah terbukti mencuri dan menjual organ serta bagian tubuh manusia yang sumbangkan untuk tujuan penelitian dan pendidikan. Kasus ini mengejutkan publik karena melibatkan seorang tenaga medis yang bekerja di salah satu institusi pendidikan kesehatan paling bergengsi di dunia.

Kronologi Kasus: Pencurian dan Penjualan Bagian Tubuh

Cedric Lodge, 58 tahun, adalah mantan manajer kamar mayat di Harvard Medical School yang bekerja selama lebih dari dua dekade hingga pecat pada 2023 setelah pengungkapan skandal ini. Lodge mengaku bersalah pada Mei 2025 atas dakwaan mencuri dan memperdagangkan bagian tubuh manusia yang telah sumbangkan untuk penelitian termasuk organ dalam, otak, kulit, tangan, wajah, dan kepala yang telah bedah dari tahun 2018 hingga setidaknya Maret 2020.

Menurut jaksa, Lodge mengambil bagian tubuh tersebut tanpa izin dari keluarga donor, pemberi sumbangan, atau institusi. Ia kemudian membawa bagian‑bagian tubuh itu ke rumahnya di Goffstown, New Hampshire, serta lokasi lain di Massachusetts dan Pennsylvania, sebelum kirim ke pembeli di beberapa negara bagian AS.

Modus Operandi dan Skema Penjualan

Investigasi menunjukkan bahwa Lodge dan istrinya, Denise Lodge, 65 tahun, menjual bagian tubuh tersebut. Melalui jaringan pembeli yang tersebar di berbagai wilayah. Beberapa bagian tubuh bahkan jual untuk tujuan yang sangat mengkhawatirkan, seperti kulit manusia yang ubah menjadi bahan kulit buku atau koleksi pribadi.

Istri Lodge turut terlibat dengan menerima pembayaran melalui akun elektronik dan membantu proses pengiriman kepada pembeli. Dalam kasusnya, ia jatuhi hukuman satu tahun penjara atas perannya dalam skema tersebut.

Hukuman dan Reaksi Hukum

Pengadilan memutuskan bahwa Lodge layak untuk delapan tahun penjara, meskipun jaksa penuntut awalnya meminta hukuman maksimum hingga sepuluh tahun karena perbuatannya anggap “mengguncang hati nurani”. Hakim juga memerintahkan Lodge dan istrinya untuk mulai menjalani hukuman mereka pada Januari 2026.

Dalam persidangan, pejabat penegak hukum menggambarkan kasus ini sebagai contoh. Perdagangan bagian tubuh manusia yang serius dan merusak kepercayaan keluarga donor. Banyak keluarga yang mendonasikan tubuh orang yang cintai merasa terguncang dan terluka. Karena tidak tahu bagian mana yang telah ambil atau di mana bagian tubuh tersebut berakhir.

Dampak terhadap Harvard dan Komunitas Medis

Kasus ini juga berdampak pada reputasi Harvard Medical School. Institusi tersebut sebelumnya menyatakan bahwa tindakan Lodge bertentangan dengan nilai‑nilai akademisnya dan tidak mencerminkan standar etika yang harapkan dalam pengelolaan sumbangan tubuh. Beberapa keluarga yang rugikan bahkan telah mengajukan gugatan hukum terhadap universitas, menuduh kelalaian dalam pengawasan dan keamanan program donasi tubuh.

Kasus jual organ manusia oleh mantan manajer kamar mayat Harvard ini mencerminkan. Pelanggaran etika dan hukum yang sangat serius dalam dunia medis dan pendidikan. Dengan hukuman delapan tahun penjara yang jatuhkan kepada Cedric Lodge. Sistem peradilan AS berupaya memberikan efek jera dan menegaskan bahwa bagian tubuh manusia. Terutama yang sumbangkan demi ilmu pengetahuan, tidak boleh perdagangkan secara ilegal.

Tragedi Barat Remaja Palestina Gugur Tembak Pemukim Israel

CeritaKawan.comKetegangan dan kekerasan di wilayah Tepi Barat yang duduki kembali memuncak setelah seorang remaja Palestina tewas tembak oleh seorang pemukim Israel di kota Tuqu’, dekat Betlehem. Insiden tragis ini menambah daftar panjang kekerasan yang kini menjadi perhatian komunitas internasional.

Kronologi Insiden di Tuqu’

Peristiwa tragis bermula pada Selasa (16 Desember 2025) ketika sejumlah pemuda Palestina berkumpul di jalan utama Tuqu’ setelah pemakaman seorang remaja yang tewas akibat tembakan pasukan militer Israel pada hari sebelumnya. Pada saat itu, seorang pemukim Israel keluar dari kendaraannya dan melepaskan tembakan. Mengenai Muheeb Jibril, remaja berusia 16 tahun, yang kemudian meninggal dunia akibat luka tembak di kepala. Selain Jibril, seorang pemuda lainnya juga laporkan lukai serius dalam serangan tersebut.

Konteks Kekerasan di Tepi Barat

Insiden ini terjadi di tengah gelombang kekerasan yang meningkat di Tepi Barat. Termasuk serangan oleh pemukim ilegal dan juga aksi militer yang melibatkan pasukan Israel. Serangan‑serangan oleh pemukim terhadap warga Palestina di wilayah yang duduki sering kali terjadi. Dengan sedikit atau tanpa intervensi efektif dari otoritas keamanan, menurut laporan berbagai media.

Tuqu’ sendiri berada di wilayah dekat Betlehem. Di mana ketegangan sering meningkat antara warga Palestina dan pemukim Israel serta pasukan keamanan. Peristiwa ini menambah keprihatinan karena terjadi hanya kurang dari 24 jam setelah kematian remaja Palestina lainnya akibat tembakan militer Israel di kota yang sama.

Reaksi dan Tuntutan Perlindungan

Wali Kota Tuqu’, Mohammed al‑Badan, mengecam keras penembakan tersebut dan menyerukan agar masyarakat internasional memberikan perlindungan bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah pendudukan. Pihak berwenang Palestina juga menyatakan keprihatinan atas tingginya angka korban sipil, khususnya anak‑anak dan remaja, dalam kekerasan yang terus berlanjut. Upaya penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku masih berjalan, namun polisi Israel belum memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.

Dampak Kekerasan terhadap Komunitas

Kematian remaja Palestina di Tepi Barat ini menggambarkan tantangan keamanan dan kemanusiaan yang terus membayangi kehidupan sehari‑hari warga Palestina, yang tinggal di tengah lingkungan yang terus lilit konflik. Aksi pemukim sering kaitkan dengan perluasan permukiman di wilayah pendudukan. Yang menurut banyak pihak internasional anggap ilegal dan menjadi salah satu faktor utama ketegangan.

Kematian remaja seperti Jibril tidak hanya berdampak pada keluarga yang tinggalkan. Tetapi juga memicu reaksi emosional di komunitas setempat dan meningkatkan sikap cemas terhadap meningkatnya kekerasan terhadap warga sipil di wilayah ini. Tragedi tembakan yang menewaskan remaja Palestina di Tepi Barat oleh seorang pemukim Israel menjadi bukti pahit akan ketaatan hidup warga sipil dalam konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Insiden ini meningkatkan tekanan internasional untuk mencari solusi damai yang menghormati hak asasi manusia serta kebutuhan akan keamanan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat di wilayah konflik tersebut.

Trump Ambil Langkah Keras Blokade Kapal Tanker Venezuela

CeritaKawan.comPresiden Donald Trump kembali mengambil langkah drastis dalam kebijakan luar negeri dengan memerintahkan blokade total terhadap kapal tanker minyak Venezuela, sebuah langkah yang **memperparah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan pemerintahan Presiden Nicolás Maduro di Caracas. Kebijakan ini umumkan oleh Trump pada 16 Desember 2025 melalui pernyataannya di platform media sosialnya, Truth Social, dan langsung memicu reaksi internasional yang luas.

Blokade Kapal Tanker: Apa yang Terjadi?

Trump memerintahkan “blokade total dan menyeluruh” terhadap semua kapal tanker minyak yang masuk atau keluar dari Venezuela, khususnya yang kenai sanksi AS. Menurut pernyataannya, langkah ini akan terus berlangsung sampai Caracas mengembalikan apa yang sebutnya sebagai aset yang “dicuri” dari Amerika Serikat, termasuk minyak dan properti lain. Trump bahkan menyatakan rezim Maduro sebagai “organisasi teroris asing.”

Kebijakan ini memperluas kampanye tekanan AS terhadap Venezuela, yang sudah berlangsung sejak bertahun‑tahun melalui sanksi ekonomi dan pembatasan ekspor minyak. Sebagai bagian dari tindakan ini, militer AS juga telah menyiagakan armada kapal terbesar yang pernah kerahkan di perairan Amerika Selatan di sekitar Venezuela.

Tuduhan Trump dan Alasan Blokade

Dalam pernyataannya, Trump menuduh pemerintah Venezuela di bawah Maduro menggunakan pendapatan minyaknya untuk mendukung aktivitas yang klaim AS sebagai kegiatan kriminal, termasuk terorisme, perdagangan narkoba, dan perdagangan manusia. Tuduhan itu menjadi salah satu dasar blockadenya terhadap kapal tanker minyak negara tersebut.

Reaksi Venezuela dan Kekhawatiran Regional

Pemerintah Venezuela melalui Presiden Maduro mengecam keras langkah blokade ini. Caracas menilai tindakan AS sebagai agresi militer dan pembajakan maritim, memperingatkan bahwa keputusan tersebut dapat memicu konflik berskala besar. Maduro menyatakan bahwa tekanan AS bertujuan untuk menghancurkan kedaulatan Venezuela dan menciptakan krisis serupa konflik besar seperti ‘Vietnam baru’. Selain itu, negara‑negara di kawasan juga bereaksi terhadap eskalasi ini. Presiden Meksiko bahkan menyerukan kepada PBB untuk mencegah kekerasan lebih lanjut dan mempromosikan dialog sebagai jalan keluar dari konflik yang makin meningkat.

Langkah blokade ini tidak hanya berdampak pada hubungan bilateral AS‑Venezuela, tetapi juga memengaruhi pasar energi global. Harga minyak mentah dunia tercatat menguat lebih dari 1% setelah pengumuman blokade karena kekhawatiran pasokan minyak global yang semakin terganggu. Venezuela, meskipun produksinya telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir, tetap menjadi pemain penting dalam pasar minyak internasional.

Krisis yang Berkembang

Blokade kapal tanker ini merupakan puncak dari serangkaian langkah tekanan AS terhadap Venezuela. Termasuk penyitaan kapal tanker besar beberapa hari sebelumnya oleh militer AS atas dugaan pelanggaran sanksi. Tawaran Trump untuk menggunakan semua opsi termasuk kekuatan militer semakin memperumit situasi di kawasan Karibia dan Amerika Selatan.

Langkah blokade kapal tanker minyak Venezuela oleh Presiden Donald Trump mencerminkan eskalasi signifikan dalam kebijakan AS terhadap Caracas. Dengan tuduhan keras terhadap pemerintahan Maduro sebagai organisasi teroris dan upaya memutus sumber utama pendapatan negara itu. Kebijakan ini telah berdampak pada dinamika geopolitik, perekonomian energi global, serta memicu kekhawatiran akan konflik yang lebih luas di kawasan. Reaksi internasional menunjukkan bahwa ketegangan ini tidak hanya berdampak dua negara saja. Tetapi berpotensi memengaruhi stabilitas regional dan pasar energi dunia.

Museum Louvre Mogok Ratusan Turis Mengantre Berjam-jam

CeritaKawan.comRatusan turis yang datang ke Museum Louvre di Paris kecewakan setelah mengalami antrean panjang akibat aksi mogok kerja pegawai. Kejadian ini terjadi pada pertengahan Desember 2025, ketika pintu masuk museum tertunda buka akibat pemungutan suara lanjutan oleh serikat pekerja yang memprotes kondisi kerja dan manajemen di museum paling banyak kunjungi di dunia.

Mogok Kerja Pegawai Louvre Mengganggu Operasional

Pegawai Louvre, termasuk staf penerimaan dan keamanan, melakukan aksi mogok kerja terkait keluhan kondisi kerja yang memburuk, kurangnya staf, dan kritik terhadap pemberlakuan kenaikan harga tiket untuk wisatawan non‑Uni Eropa. Aksi mogok ini berdampak pada penutupan sementara museum dan penundaan pembukaan bagi pengunjung yang sudah mengantri di luar.

Sejumlah turis yang telah datang sejak pagi hari tampak harus menunggu berjam‑jam di luar pintu Louvre yang tertutup, tanpa kepastian jam buka karena para pekerja sedang melakukan pemungutan suara lanjutan. Bahkan saat museum hanya dapat buka secara parsial, beberapa ruangan tetap tutup karena kekurangan staf.

Suasana Antrean Turis di Cuaca Dingin Paris

Para pengunjung yang datang dari berbagai negara merasa frustrasi sekaligus kecewa. Seorang turis asal Spanyol mengatakan bahwa ia sudah menunggu lebih dari satu jam dalam antrean panjang meskipun cuaca Paris tengah dingin, berharap bisa melihat koleksi ikonik seperti Mona Lisa karya Leonardo da Vinci.

Sementara beberapa pengunjung merasa kecewa, tak sedikit pula yang menyatakan dukungan terhadap tuntutan pegawai karena memahami bahwa kualitas layanan dan pengalaman kunjungan juga berakar pada kesejahteraan staf.

Latar Belakang Aksi Mogok

Aksi mogok ini terjadi di tengah krisis internal yang tengah mengguncang Louvre. Termasuk sorotan publik setelah perampokan besar senilai sekitar €88 juta (sekitar $102 juta) pada Oktober 2025, yang mengekspos kekurangan keamanan dan infrastruktur museum. Serikat pekerja menyatakan bahwa masalah lama seperti minimnya staf. Fasilitas yang memburuk, serta beban kerja yang berat telah membuat kondisi semakin tidak tertahankan.

Pihak manajemen museum dan Kementerian Kebudayaan Prancis telah menjanjikan beberapa langkah perbaikan. Termasuk pembatalan rencana pemotongan dana dan perekrutan staf baru, namun serikat pekerja menilai ini belum cukup untuk menghentikan mogok.

Dampak pada Wisata dan Pariwisata Paris

Museum Louvre merupakan salah satu destinasi utama wisatawan di Paris, menarik puluhan ribu pengunjung setiap hari. Penundaan operasional akibat mogok kerja dan antrean panjang jelas berdampak pada pengalaman turis dan juga industri pariwisata lokal. Banyak pengunjung yang harus menunda atau bahkan membatalkan rencana kunjungan mereka.

Aksi mogok kerja pegawai Museum Louvre telah menyebabkan penutupan sementara dan antrean panjang di luar pintu museum. Mengakibatkan ratusan turis menunggu berjam‑jam di cuaca dingin. Permasalahan ini mencerminkan tantangan internal yang lebih luas di museum ikonik dunia tersebut, dari kondisi kerja hingga masalah perbaikan fasilitas. Langkah selanjutnya dari serikat pekerja dan manajemen Louvre akan terus menjadi sorotan publik dan wisatawan internasional.